idende

Biomassa Berkelanjutan

REDcert, ISCC, ISCCplus

Manfaat untuk energi dari sumber daya berkelanjutan

Biomassa Berkelanjutan mengacu pada Directive 2009/28 / EC (Pedoman Energi Terbarukan- Renewable Energy Directive, RED). Komisi Eropa telah mendefinisikan kerangka kerja dimana biomassa cair yang digunakan untuk pembangkitan energy dapat dianggap diproduksi secara lestari dan oleh karena itu dikenakan keringanan pajak, sesuai peraturan yang berlaku. Pada 5 Desember 2010, Petunjuk ini diubah menjadi hukum nasional oleh negara-negara anggota Eropa.

Jerman bereaksi sangat cepat terhadap hal ini dan telah menerbitkan peraturan pertama pada Juli 2009: Biomass-Electricity-Sustainability (BioSt-NachV), yang mengatur pembangkitan tenaga listrik dari bio massa cair. Pada bulan September 2009, telah terbit mengikutinya dengan peraturan tentang Persyaratan Berkenaan dengan Produksi Berkelanjutan Biofuels (Biokraft-NachV), yang mengatur penggunaan bahan bakar biologis dalam bahan bakar. Kedua peraturan focus terutama pada minyak nabati yang akan digunakan untuk pemanasan atau pembangkit listrik. Implementasi persyaratan hukum ini telah didelegasikan ke BLE Jerman (Badan Federal Pertanian dan Pangan), yang untuk tujuan ini mengakui dan memonitor sistem dan badan sertifikasi.

Para 46 dariRenewable Energies Act (EEG)

Menurut para 46 EEG Jerman, operator pembangkit biogas berkewajibanmemberitahu operator jaringan tentang bahan masukan mereka (biomassa padat, biomassa cair, biomassa lainnya), serta teknologi yang digunakan. Para operator pembangkit biogas wajib menyediakan data yang diperlukan untuk penyelesaian akhir pada tanggal 28 Februari setiap tahun untuk tahun sebelumnya.

https://www.dqs-holding.com/site/assets/files/1125/iscc_plus_overview_07_03_2014.png

DQS memiliki kompetensi dengan menyediakan auditor lingkungan resmi untuk semua aspek para 46 EEG, BioSt-NachV, danBiokraft-Nach.